Rabu, 23 Agustus 2017

Program Juragan Kost dari Prioritas Land Indonesia, Cukup Dengan Modal 10 Juta

Bermimpi menjadi juragan / bos kost-kostan, namun dengan modal yang minim? Saat ini, impian tersebut bisa diwujudkan dengan cara membeli apartemen berkonsep kost-kostan. Adalah PT Prioritas Land Indonesia (PLI), pengembang yang kreatif dan inovatif, yang mencetuskan konsep tersebut.

Melalui apartemen Majestic Point Serpong (MPS), PLI menawarkan konsep jadi juragan kost kepada para konsumen yang ingin mewujudkan impiannya untuk memiliki kost-kostan, namun dengan modal yang sangat kecil, yakni hanya Rp 10 juta.

Presiden Direktur PT PLI Marcellus Chandra mengatakan, awalnya ide untuk mencetuskan konsep tersebut muncul setelah melihat banyak masyarakat, khususnya di daerah Tangerang yang ingin mempunyai passive income dengan cara membangun kost-kostan, namun terkendala biaya yang cukup mahal, apalagi harga tanah di lokasi yang strategis sekarang sangat tinggi.

Padahal, kata Marcell, di sekitar Serpong,  banyak masyarakat perantau dari luar daerah, seperti mahasiswa, professional, bahkan pegawai-pegawai biasa yang mencari tempat tinggal di kontrakan atau kost-kostan. Dengan demikian, banyak orang yang merasa optimis bahwa memiliki rumah kost pasti akan menguntungkan.
“Contohnya saja di daerah Apartemen MPS ini banyak sekali kampus dan perkantoran. Itu sudah pasti mahasiwa dan karyawan itu butuh tempat tinggal, karena banyak sekali diantara mereka itu berasal dari luar daerah. Untuk diketahui saja, harga sewa kost per ruangan di daerah Summarecon, tempat MPS ini berada saat ini sebesar Rp 2,6 juta per bulan.,” tutur Marcell.

Marcell menjelaskan, harga Apartemen MPS sekarang mulai dari Rp 500 juta, namun dengan modal Rp 10 juta apartemen sudah bisa langsung dimiliki dengan cicilan sekitar Rp 30.000 per hari (untuk 2 tahun pertama). Selain itu, pihak developer juga memberikan rental guarantee / jaminan sewa sebesar 9% per tahun (selama 2-3 tahun).
“Kami juga memberikan free maintenance (listrik&air), free interior, dan dikelola secara professional oleh developer. Para juragan ini nantinya langsung dapat income dan dijamin tersewa,” kata Marcell.
Sementara Billy Tanutama, General Manager Sales & Marketing menjelaskan, fasilitas yang disediakan bagi para penyewa kost-kostan ini, mulai dari kolam renang, playground, sky park, jogging track, gym, dan basketball court. Sementara unit yang tawarkan adalah type studio (semi  gross 27 m2), 1 bedroom (semi gross 40 m2), dan 2 bedroom (semi gross 54 m2.

Billy menyampaikan, pembangunan apartemen MPS saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian yang hampir rampung 85%.

Lokasi MPS, sambung Billy sangat mudah diakses, hanya 5 menit menuju pintu tol Jakarta dan Merak, dan 15 menit menuju pintu tol Jorr Jakarta – Serpong. Dikelilingi oleh beberapa universitas / sekolah ternama, seperti  Universitas Pelita Harapan Karawaci, Swiss German University, Jakarta Nanyang School,  Universitas Bina Nusantara,  Prasetya Mulya,  Stella Maris International School, dan Sekolah Tarakanita.

Selain fasilitas pendidikan, apartemen ini juga dikelilingi oleh sejumlah tempat perbelanjaan, diantaranya adalah Lippo Supermall Karawaci, Summarecon Mall Serpong, Mall of Alam Sutera, BSD Square, Teras Kota, BSD Plaza, dan Living World. Terdapat sejumlah rumah sakit, seperti Siloam Hospital Karawaci, Rumah Sakit St. Carolous, Rumah Sakit Awal Bros,  Eka Hospital BSD, dan Rumah Sakit Mayapada.

Saat ini, juga tengah dibangun Rumah Sakit Mitra Keluarga, yang keberadannya hanya beberapa ratus meter saja di sebelah MPS. Artinya, keberadaan rumah sakit ini juga akan ikut mendongkrak harga MPS
“Lokasi strategis dan kebutuhan market akan hunian sewa tentunya menjadi peluang investasi yang menarik,kami optimis konsep ini akan berhasil dan memberi keuntungan maksimal bagi para juragan kost yang berinvestasi di Majestic Point Serpong, ” tutur Billy.

Rabu, 16 November 2016

Proses Perizinan K2 Park Gading Serpong



K2 Park Gading Serpong

Paket kebijakan ekonomi yang salah satunya berfokus pada peningkatan investasi di sektor properti disambut baik oleh para pelaku usaha di dunia properti. Disebutkan, pemerintah berkomitmen untuk mengeluarkan kebijakan yang mendorong pembangunan perumahan atau properti secara umum.

Seperti yang tertuang dalam paket kebijakan ekonomi tahap 1, pemerintah melakukan berbagai langkah untuk menggerakkan ekonomi nasional, termasuk industri properti tentunya, yaitu dengan deregulasi, debirokratisasi, penegakan hukum, dan kepastian usaha. Pemerintah sadar, ada banyak hambatan yang selama ini membuat industri nasional tak berkembang pesat atau jalan di tempat, salah satunya karena proses perijinan yang rumit.

Dikeluhkan pengembang sebelumnya, Menteri PUPR Muhammad Basuki Hadimuljono menegaskan, akan memangkas perizinan untuk pembangunan perumahan yang selama ini dikeluhkan pengembang. "Salah satu fokus kami memang memangkas proses perizinan. Kami usahakan satu pintu dan waktunya cepat, agar lebih sederhana dan semua proses berjalan cepat," kata Basuki, saat bertemu dengan Asosiasi perumahan, REI, APERSI dan ASPERI, di kantornya, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Langkah ini dinilai menjadi angin segar bagi industri properi yang tahun ini tak bisa dipungkiri mengalami penurunan penjualan sebagai dampak dari ekonomi nasional yang melambat. Dihar Dakir, Manajer Humas PT Prioritas Land Indonesia, salah satu developer baru yang tengah berkembang pesat, sangat yakin terobosan yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo ini bermanfaat untuk para pelaku usaha properti.

“Proses perijinan adalah salah satu faktor penting buat para pengembang. Kami sejauh ini sebenarnya tak pernah mengalami kesulitan dalam setiap proses pengajuan perizinan kepada pemerintah daerah tempat proyek kami berada, namun jika pemerintah ingin lebih mempermudah dan mempercepat lagi proses tersebut, maka itu akan lebih bagus,” kata Dihar.

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) sendiri saat berita ini diturunkan 15 oktober tahun 2015 lalu,  tengah mempersiapkan penggarapan salah satu proyeknya di kawasan Gading Serpong yaitu apartemen K2 Park. Dan sekarang sudah dimulai pembangunannya. Menurut Dihar, proses perijinan di pemerintah Kabupaten Tangerang sejauh ini tak ada masalah.


“Semua proses tersebut berjalan lancar dan sesuai target waktu yang kami rencanakan. Saat ini kami tengah merevisi dokumen AMDAL yang diminta Komisi Penilai AMDAL Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Diharapkan setelah adanya komitmen pemerintah pusat untuk memangkas proses perijinan, prosesnya bisa berjalan lebih cepat dan lancar,” harap Dihar.


Setelah Surat Rekomendasi AMDAL yang telah disetujui Bupati Tangerang terbit, maka barulah izin untuk mendapatkan IMB bisa diproses. Biasanya setelah rekomendasi AMDAL keluar, IMB akan segera diterbitkan dan pengembang bisa memulai proses pembangunan.


Uniknya, sepanjang proses pembuatan izin tersebut, masalah justru sering datang dari pihak lain yang memanfaatkan isu perizinan untuk menyebarkan kabar-kabar bohong. PLI sendiri, kata Dihar, sempat mengalami hal tersebut untuk proyek mereka di K2 Park.


“Kami sebagai perusahaan properti nasional, selalu taat dengan prosedur. Mengenai pembangunan, pada saatnya pasti akan dilakukan jika semua perizinan sudah rampung yang mana itu membutuhkan waktu dan sudah masuk dalam perhitungan kami sebagai pengembang,” ujar Dihar.


K2 PARK PRIORITAS LAND

Superblok K2 Park terpilih sebagai Top Superblok di Kota Tangerang. "Penghargaan diberikan dalam ajang Top Property Award 2016 yang diselenggarakan oleh Majalah Property-In bekerja Sama dengan lembaga riset independen, Survey One," katanya. Ia mengatakan, penghargaan tersebut bisa dijadikan sarana untuk membandingkan dan mengukur kinerja di pasar dalam hal popularitas, kualitas investasi dan kepercayaan atas produk yang kami hasilkan. Ke depan, dia bilang, industri properti di Indonesia harus dapat menciptakan atau menjual produk properti yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.